E-mail merupakan singkatan dari Elektronic Mail yang berarti surat menyurat dalam Internet. E-mail banyak digunakan karena alasan mudah dikirim dan cepat sampai tujuan. E-mail tidak memerlukan kertas atau prangko, melainkan cukup mengetik melalui keyboard dan dalam hitungan detik setelah dikirim, surat akan sampai tujuan meskipun jarak penerima mencapai ribuan kilometer, tanpa batasan ruang dan waktu.
E-mail merupakan salah satu fasilitas dari Internet yang paling sering digunakan dan paling populer. Setidaknya setiap orang yang mengakses Internet, mereka pasti tidak lupa memeriksa kotak masuk (inbox) dalam e-mailnya, karena hanya inilah sarana pengiriman surat yang paling murah di dunia.
Senin, 28 Februari 2011
Selasa, 01 Februari 2011
Mengapa Tubuh Kita Gemetar pada Saat Cuaca Dingin?
Tubuh manusia tidak dapat mengtoleransi suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Seseorang yang berada di luar ruangan dengan temperatur udara di bawah minus 29oC tanpa mengenakan pakaian yang cukup tebal akan beku dan berakhir pada kematian karena tubuhnya kehilangan panas. Temperatur tubuh normal adalah 37oC, dan ketika temperatur udara lebih rendah dari temperatur tubuh, panas akan mengalir dari tubuh kita. Pada temperatur udara sedang (berkisar antara 15-20oC), tubuh kita tidak terlalu bermasalah, bahkan sesungguhnya temperatur udara sedang sangat dibutuhkan karena tubuh kita memproduksi panas berlebih dari yang kita butuhkan dan harus dilepas sebagian. Suatu kondisi di mana temperatur udara sangat rendah sehingga tubuh melepas terlalu banyak panas sehingga temperatur tubuh turun disebut dengan hypothermia. Penurunan panas tubuh badan antara 1oC hingga 2oC mengakibatkan tubuh gemetar, yang merupakan salah satu usaha tubuh kita untuk menaikkan temperatur tubuh melalui gerakan dari sendi-sendi otot. Penurunan yang lebih drastis lagi mengakibatkan kehilangan kesadaran dan bahkan kematian.
Kebalikan dari kondisi di atas disebut dengan hiperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh kita sendiri yaitu ketika seseorang menderita demam.
Kebalikan dari kondisi di atas disebut dengan hiperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh kita sendiri yaitu ketika seseorang menderita demam.
Jumat, 26 November 2010
Ditjen Pajak Ajari Anak-Anak Sadar Pajak Sejak Dini
Jakarta - Bukan hanya orang dewasa yang diedukasi akan pentingnya pajak untuk negara, seperti dalam kampanye Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), 'Apa Kata Dunia!'. Anak-anak pun diajak bermain sambil belajar apa itu pajak.
Hari ini, Sabtu (30/10/2010), Ditjen pajak bersama KidZania mengadakan coaching clinic bertema Sosialisasi Pajak Untuk Anak-Anak di Pasific Place, SCBD, Jakarta.
Bagi kebanyakan orang, mengisi SPT Tahunan menjadi suatu keharusan, berdiri dalam antrian, seperti mengambil bagasi di Bandara. Tentu dengan pola yang selalu berulang, akan terasa membosankan.
Nah, kali ini Ditjen Pajak menyajikan program pendidikan kepada anak-anak dengan maksud mengubah sikap masyarakat umum tentang tugas pajak dan tanggung jawab warga negara selaku wajib pajak (WP).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 ini memberi gambaran informasi seputar pajak, profesi petugas pajak, dan bagaimana cara mengisi NPWP, serta tidak lupa proses aplikasi Surat Pajak Tahunan (SPT).
Di dalam establishment Tax Office, anak-anak dibawa ke suasana bekerja sebagai petugas pajak, berdasarkan pengalaman langsung dari kehidupan nyata (active learning and first-hand role play experience), sejak usia dini.
Waktu untuk 'bermain sambil belajar' ini bagi setiap anak adalah 20 menit, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang. Menariknya lagi, anak-anak diberi imbalan gaji bermata uang KidZania sebesar 20 KidZos, karena telah bekerja dengan baik.
Anak-anak sebagai pembayar pajak masa mendatang, memang penting untuk dilakukan edukasi pajak. Hal ini bertujuan untuk mendorong sikap positif tentang tanggung jawab setiap warga negara kepada negara.
Kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang berbagai hal yang terkait dengan pajak, serta manfaatnya untuk masyarakat.
Hari ini, Sabtu (30/10/2010), Ditjen pajak bersama KidZania mengadakan coaching clinic bertema Sosialisasi Pajak Untuk Anak-Anak di Pasific Place, SCBD, Jakarta.
Bagi kebanyakan orang, mengisi SPT Tahunan menjadi suatu keharusan, berdiri dalam antrian, seperti mengambil bagasi di Bandara. Tentu dengan pola yang selalu berulang, akan terasa membosankan.
Nah, kali ini Ditjen Pajak menyajikan program pendidikan kepada anak-anak dengan maksud mengubah sikap masyarakat umum tentang tugas pajak dan tanggung jawab warga negara selaku wajib pajak (WP).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 ini memberi gambaran informasi seputar pajak, profesi petugas pajak, dan bagaimana cara mengisi NPWP, serta tidak lupa proses aplikasi Surat Pajak Tahunan (SPT).
Di dalam establishment Tax Office, anak-anak dibawa ke suasana bekerja sebagai petugas pajak, berdasarkan pengalaman langsung dari kehidupan nyata (active learning and first-hand role play experience), sejak usia dini.
Waktu untuk 'bermain sambil belajar' ini bagi setiap anak adalah 20 menit, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang. Menariknya lagi, anak-anak diberi imbalan gaji bermata uang KidZania sebesar 20 KidZos, karena telah bekerja dengan baik.
Anak-anak sebagai pembayar pajak masa mendatang, memang penting untuk dilakukan edukasi pajak. Hal ini bertujuan untuk mendorong sikap positif tentang tanggung jawab setiap warga negara kepada negara.
Kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang berbagai hal yang terkait dengan pajak, serta manfaatnya untuk masyarakat.
Tidak hanya pajak, kita juga bisa memberitahu anak-anak tentang rambu-rambu lalu lintas dan lainnya...
Jumat, 19 November 2010
Kenali Bakat Anak Lewat Sidik Jari
Potensi anak harus dikembangkan sejak dini yakni pada usia emas pada 0-3 tahun. Untuk itu orangtua harus mampu mengerti dan mengetahui kecenderungan bakal dan keahlian anaknya masing-masing untuk nantinya dikembangkan.
Untuk mengetahui kecenderungan bakat anak, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan tes sidik jari. Dari tes tersebut nanti akan diperoleh hasil analisa empirik mengenai kecenderungan bakat dan keahlian anak.
Hal tersebut dinyatakan oleh Sahabat Orangtua Balita Irene F Mongkar dalam Smart Parents Conference dengan tema Optimalkan Potensi Anak dari Sidik Jari, yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu dan Minggu (17-18/7).
“Orangtua perlu mengetahui bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh tiga aspek yakni kepribadian, kecerdasan dan bakat bersifat alami dan dipengaruhi genetika , sementara perkembangan kepribadian dan kecerdasan dipengaruhi dan ditentukan oleh aspek alami atau genetis dan juga aspek bimbingan lingkungan yang berperan besar dalam perkembangan kepribadian dan kecerdasan anak,” ujarnya.
“Orangtua perlu mengetahui bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh tiga aspek yakni kepribadian, kecerdasan dan bakat bersifat alami dan dipengaruhi genetika , sementara perkembangan kepribadian dan kecerdasan dipengaruhi dan ditentukan oleh aspek alami atau genetis dan juga aspek bimbingan lingkungan yang berperan besar dalam perkembangan kepribadian dan kecerdasan anak,” ujarnya.
Dengan melalui tes sidik jari, niscaya orangtua bisa memperoleh referensi mengenai bakat dan serta dengan cara apa mereka harus mendidik dan memperlakukan anaknya secara tepat.
“Caranya dengan menggunakan sebuah alat scan khusus untuk sidik jari yang dihubungkan ke laptop. Kesepuluh jari anak yang sudah di-scan, kemudian akan diolah datanya, yang hasilnya dapat dilihat dari print out,” tuturnya.
Dari hasil scan yang diperoleh, kemudian bisa disimpulkan kecenderungan bakat serta apa dan bagaimana metode yang paling tepat yang harus digunakan oleh orangtua dalam mendidik anaknya.
Lebih lanjut Irene menjelaskan bahwa secara garis besar ada tiga cara belajar berbeda yang bisa diterapkan kepada anak yakni secara visual, kinesteti, dan audiotory.
“Metode belajar secara visual bisa diterapkan dengan bantuan komputer atau alat lain yang memberikan efek visual. Sedangkan metode audiotory dilakukan dengan menggunakan bantuan alat yang menghasilkan bunyi. Sedangkan metode kinestetik dengan menggunakan bantuan gerakan,” terangnya.
Sementara itu Direktur Psycho-biometric Lab R&D Talent Spectrum & DIC Fingerprint Analysis Adrian Benny Hidayat menyatakan, analisa sidik jari (Fingerprint analysis) adalah sebuah metode pengukuran data biometrik dengan media pemindaian (scanning) sidik jari.
“Dari scanning ini akan diketahui pola distribusi responsitas sistem syaraf pada otak untuk diinterpretasikan secara psikologis sebagai gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter, dan gaya belajar atau bekerja seseorang,” ujarnya.
Menurutnya, jika orangtua sudah mengetahui, misal gaya belajar anak yang grafiknya tinggi di bidang visual, maka orangtua sebaiknya lebih sering mengajak anak itu ke pameran atau menonton film yang mendidik, karena anak lebih peka secara visual.
Analisa sidik jari ini didasari oleh penelitian dan metode yang ilmiah yang bersifat analisis deskriptif atau perkiraan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan pengembangannya di masa mendatang.
Dengan mengetahui potensi bakat, motivasi, karakter, dan gaya belajar anak, maka orangtua tak akan lagi kesulitan dalam memberi stimulus dan pengarahan yang tepat dalam mendidik anaknya.
Fakta penelitian ini mengatakan bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika janin dalam kandungan berusia 13 hingga 24 minggu. Fakta tersebut dikatakan oleh para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics yakni ilmu yang mempelajari pola sidik jari, termasuk kalangan neuro-anatomi atau kedokteraan-anatomi tubuh.
Analisa sidik jari ini menggunakan pola guratan-guratan kulit pada sidik jari.Karena diketahui ternyata pola guratan-guratan kulit pada sidik jari memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak.
Metode analisis sidik jari hanya menginterpretasikan penyebaran atau distribusi potensi dalam diri seorang anak. Sementara untuk pencapaian hasil kemampuan kecerdasan anak, dipengaruhi oleh usaha yang dilakukan anak tersebut dengan dukungan dari orangtua, guru, dan lingkungannya.
Dengan analisa sidik jari tersebut, dapat mengetahui bakat anak yang lebih kuat sehingga dapat dikembangkan dengan tenaga dan biaya serta dalam waktu yang lebih efisien dan efektif.
Langganan:
Postingan (Atom)