Selasa, 28 Juni 2011

GEBYAR Jambore PTK-PAUDNI 2011

Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu program utama yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen PAUDNI Kemendiknas (P2PTK-PAUDNI) dimana sejak tahun 2007. Kemendiknas telah memberikan penghargaan kepada PTK-PNF yang berprestasi melalui kegiatan jambore PTK-PNF tingkat nasional.

Kegiatan jambore PTK-PAUDNI berisi kegiatan lomba karya nyata, lomba karya tulis ilmiah, lomba seni, dan lomba olah raga, yang kepesertaannya setiap tahun disesuaikan/diratakan di antara PTK-PAUDNI yang ada. Kegiatan ini diilhami dan dikembangkan dan dikembangkan mengacu kepada kegiatan pemberian penghargaan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan jalur pendidikan formal, antara lain pemilihan guru berprestasi, guru berdedikasi, pengawas berprestasi, best practice kepala sekolah, dan sebagainya.

Bertempat di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Provinsi DIY, dalam rangka kegiatan dengan nama baru sesuai dengan struktur organisasi kementerian yang baru yakni Jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan nonformal dan informal (Jambore PTK-PAUDNI) 2011 tingkat Provinsi DIY. Jambore di tingkat nasional ini diberi nama Jambore 1000 PTK-PAUDNI dan  juga tidak dilaksanakan di tanah lapang sebagaimana jambore pramuka atau jambore pemuda Indonesia karena jambore ini sebagai event berkumpulnya  insan PTK-PAUDNI  dalam berbagai agenda kegiatan antara lain  lomba itu sendiri, Pendidikan dan pelatihan bagi pengawas dan penilik, Workshop dan sebagainya. Puncak dari kegiatan itu disebut dengan Gebyar 1000 PTK-PAUDNI dengan penganugerahan PTK-PAUDNI berprestasi dan penampilan kesenian daerah. Demikian dikemukakan oleh Kadinas Dikpora DIY yang di wakili oleh Kepala BPKB DIY, Drs. Bashiran, saat membuka acara Jambore 1000 PTK-PAUDNI 2011, Kamis (16/06).

Jambore tingkat Provinsi DIY saat ini akan memilih 14 orang sebagai duta provinsi DIY mewakili 14 cabang lomba untuk mengikuti jambore tingkat nasional yang akan dilaksanakan tanggal 14 s.d. 19 Juli 2011 bertempat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2011 ini adalah tahun ke 5 pelaksanaan jambore, dimana tahun 2009 DIY sebagai Juara Umum, tahun 2010 di Jawa Timur peringkat ke 8, sehingga tidak berlebihan apabila pada tahun 2011 ini kita berharap, berusaha, dan berdoa agar dapat memperbaiki peringkat di tahun 2010.

Sabtu, 28 Mei 2011

MEMPERINGATI HARI PANCASILA

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan mempertemukan dua mantan presiden, dan presiden Republik Indonesia (RI) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2011, mendatang.
Ketiganya akan dihadirkan dalam peringatan milad dasar negara tersebut, dan diminta untuk berbicara tentang Pancasila.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid dalam seminar nasional dengan tema Revitalisasi Pancasila dalam Konteks Ke-Bhinneka-an Indonesia Saat Ini dan Masa Depan, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Kamis (19/5).
Mantan Presiden BJ Habibie, Megawati, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan berbicara mengenai Pancasila.
"Presiden kedua kita, selama menjabat, tidak pernah bertemu dengan presiden sebelumnya. Begitu pula presiden ketiga, tidak pernah bertemu dengan presiden kedua hingga meninggal. Presiden keempat, juga tidak pernah bertemu dengan presiden sebelumnya, untuk berbicara mengenai Pancasila," ujarnya.
Selama ini, terkesan ada jarak diantara presiden baru dengan yang sebelumnya. Padahal mereka tidak ada masalah pribadi. "Apakah ini yang dinamakan sifat Bangsa Indonesia yang ramah?," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, dalam seminar tersebut, Ahmad Farhan Hamid juga mengatakan sejak awal reformasi hingga saat ini pamor Pancasila terasa meredup, seiring dengan meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi. Padahal Pancasila adalah ideologi sebagai kerangka berfikir.
"Mulai meredupnya nilai-nilai Pancasila yang ada dimasyarakat bisa dilihat dari munculnya gerakan-gerakan seperti NII dan terorisme," katanya.
Ideologi Pancasila mulai ditinggalkan, untuk itu pihaknya terus melakukan pendekatan dan advokasi kepada masyarakat dengan mendekati kelompok-kelompok tertentu. Meskipun diakuinya untuk mengubah ideologi yang telah dianut kembali ke ideologi Pancasila merupakan sesuatu yang sulit.
Sebab, menurut Ahmad, sebuah keterlanjuran sangat sulit untuk dirubah kembali. Untuk itu revitalisasi Pancasila sebgai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi.
"Revitalisasi Pancasila yang penting itu bisa dimulai dengan menjadikan dasar negara itu kembali sebagai wacana publik, sehingga masyarakat merasakan bahwa Pancasila masih ada dan masih dibutuhkan bagi Bangsa Indonesia," ujarnya.

Rabu, 20 April 2011

LIMA KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR

Sengaja diberi judul demikian karena yang akan dipaparkan adalah kelemahan-kelemahan yang nyata ditemukan penulis. Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi input bagi para guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajarannya.
Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain :
1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran
RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran                   dimulai.Dalam RPP tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.
Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar.
Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa.
3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa.
4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat
pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur.
5. Tidak melaksanakan evaluasi
Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa
Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa.

Sabtu, 02 April 2011

Guru PAUD Bisa Ikuti Program Kelas Jauh

Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bak cendawan tumbuh di musim hujan. Luar biasa dan antusias mendirikan PAUD semakin berkembang pesat, bahkan garasi mobil sekalipun digunakan sebagai wadah pembelajaran PAUD. Disatu sisi, tantangan terhadap kualifikasi yang dimiliki tenaga pendidikan PAUD menjadi masalah besar saat ini. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, HM Wardan MP belum lama ini mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Riau bersama pihak Universitas Riau (UR) segera membuka program kelas jauh PAUD. Sebab, UR telah memperoleh izin untuk membuka perkuliahan bagi guru PAUD khusus kelas jauh yang nantinya akan tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Riau. ‘’Ini menjadi angin segar bagi lembaga PAUD, karena tenaga pendidik PAUD akan bisa menikmati perkuliahan untuk kelas jauh. Dan dalam waktu dekat, MoU terkait perkuliahan ini akan segera ditandatangi. Karena memang salah satu hasil rembuk pendidikan nasional itu bahwa pemerintah diminta fokus terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),’’ ujarnya.
Untuk suksesnya program kuliah kelas jauh PAUD ini, perlu disepakati sharing budget antara daerah dan Provinsi melalui penganggaran APBD. Karena minimal, satu daerah itu harus 50 tenaga pendidik PAUD setiap tahunnya. Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan, untuk pengembangan PAUD ini dengan alokasi pendanaan 80 persen kabupaten/kota dan 20 persen Pemprov Riau. Sedangkan kalkulasi biaya per orangnya sebesar Rp6,5 Juta per orang per tahun.
Wardan menambahkan, kesepakatan program peningkatan kualifikasi guru PAUD ini menjadi komitmen bersama agar maraknya pertumbuhan PAUD dapat dibarengi dengan penyediaan kualifikasi tenaga PAUD. Ini mengingat, kondisi PAUD yang demikian banyaknya
namun kualifikasi tenaga pendidik PAUD yang masih belum memadai. Sedangkan usia perkembangan potensi otak anak itu berada pada usia keemasan 0-5 tahun sehingga perlu perhatian khusus supaya masa tersebut tidak hilang percuma tanpa hasil berarti kedepannya.
‘’Melalui program kelas jauh bagi tenaga pendidik PAUD ini, diharapkan bisa direspon pemerintah daerah dengan memberikan support pendanaan lewat sharing budget dengan Pemprov Riau. Ya, jangan sampai anak-anak kita pada usia dini tersebut justru diajarkan dan dididik oleh tenaga pendidik yang tidak sesuai dengan kualifikasinya dan hal ini sangat kita sayangkan,’’ tukas Wardan serius.

TUBAN Portal & News | Kota Tuban Dot Com

Infotainment

detikcom