Selasa, 28 Mei 2013

Mengintip Kegiatan Liburan Siswa di JEPANG

  guol Di Jepang, terdapat dua liburan besar. Akhir Februari sampai akhir Maret (libur musim dingin) serta musim panas (Agustus-September). Namun juga ada liburan akhir tahun selama kurang lebih 2 minggu. Inilah yang mungkin agak membedakan dengan liburan secara umum sekolah di tanah air. Di jepang, siswa tetap memiliki kegiatan terprogram selama liburan. Ada berbagai macam jenis kegiatan yang mereka lakukan selama liburan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa di kategorikan dalam bidang-bidang berikut: Pelajaran, sosial dan interaksi, seni/ kreatifitas dan pekerjaan rumah.
Untuk anak kelas I SD misalnya, mereka diminta untuk membaca paling tidak 3 buku. Dan setelahnya anak diminta untuk membuat laporan atas ketiga buku yang dibacanya melalui gambar. Gambar itu menggambarkan tentang apa yang telah dibaca dan reaksi setelah membacanya. Anak-anak juga dimotivasi untuk membuat 3 gambar kegiatan liburannya. Ke pantai, mengunjungi castle atau ke amusement park yang banyak tersebar di Jepang.

Sabtu, 02 Maret 2013

Dirjen PAUDNI: Mendongeng, Media Transfer Pengetahuan dan Moral

“Mendongeng adalah salah satu cara ampuh dalam membentuk karakter anak,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Nonformal, Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, pada pembukaan pelatihan Dongeng Bunda PAUD di D Mall, Depok, Jumat (22/2).
Untuk itu, psikolog keberbakatan ini mengapresiasi pelatihan mendongeng yang ditujukan pada Bunda PAUD tersebut. Kegiatan yang diinisiasi oleh Frisian Flag ini bukan saja dilakukan di Depok, tapi juga di Surabaya, Purwokerto, dan Semarang.

Minggu, 07 Oktober 2012

Jangan Marahi Anak yang Sering Bertanya

Jangan Marahi Anak yang Sering Bertanya
Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog memberikan pengarahan dan pembekalan kepada 33 guru TK dan 31 kepala sekolah TK berprestasi tingkat nasional, Kamis (6/9)


Para orang tua dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) tidak boleh memarahi anak-anak yang sering bertanya. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu ciri bakat intelektual anak.  Itu juga menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi.
 
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog pada persamuhan dengan 33 guru TK dan 31 kepala sekolah TK berprestasi tingkat nasional, Kamis (6/9). Reni, sapaan Dirjen PAUDNI mengakui banyak orangtua yang sering kesal karena putra-putri mereka terlalu sering bertanya tentang segala hal.

Wamen: kurikulum SD menjadi enam mata pelajaran

Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan kurikulum pendidikan sekolah dasar akan segera diubah menjadi hanya enam mata pelajaran sehingga tidak terlalu memberatkan pelajar.Enam mata pelajaran, yaitu Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Budaya serta olahraga dan kesehatan.
Dengan dimasukkannya seni budaya menjadi mata pelajaran di sekolah, diharapkan nilai-nilai budaya yang sempat berkurang kembali bisa dimaknai oleh para pelajar sehingga mereka bisa mendapatkan nilai budi pekerti yang lebih baik.

TUBAN Portal & News | Kota Tuban Dot Com

Infotainment

detikcom